@Ruattchiiihhhhh Menyapa

@Ruattchiiihhhhh Menyapa

Monday, October 8, 2012 in

Alat Identifikasi Anak Tuna Laras



BAB I
         PENDAHULUAN





          
A.LATAR BELAKANG MASALAH
            Di bandingkan dengan pendidikan umum, dalam pendidikan luar biasa, identifikasi dan asesmen mempunyai peranan yang sangat penting. Dalam pendidikan umum, peran pendidik biasanya disibukan dengan berbagai tes atau alat pengukuran lain untuk mengetahui perkembanagn anak dan kemajuan dalam  penguasaan materi pelajaran. Sebaliknya, dalam pendidikan luar biasa, berbagai tes dan alat ukur banyak dipakai pada awal program, karena asesmen merupakan bagian tak terpisahkan dalam perencanaan program pembelajaran. Bahkan, resminya, seorang anak baru dapat disebut cacat/luar biasa dan memerlukan pelayanan khusus setelah diadakan asesmen formal. Sebelum diadakan asesmen terlebih dahulu kita harus mengidentifikasi si anak tersebut, agar kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya hambatan yang di alami anak tersebut. Sehingga kita bisa memberikan asesmen yang sesuai dengan kecacatan yang dalami si anak tersebut.

B.TUJUAN IDENTIFIKASI

Ø  untuk menghimpun informasi apakah seorang anak mengalami kelainan/penyimpangan.
Ø  untuk penyusunan progam pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan ketidakmampuannya.
Ø  Untuk mengetahui klasifikasi anak tunalaras.




                                                    BAB II
PEMBAHASAN
                                                   

A.LANDASAN TEORI
1.      Identifikasi
       Istilah identifikasi secara harfiah dapat diartikan menemukan atau menemukenali. Dalam buku ini istilah identifikasi ABK dimaksudkan sebagai usaha seseorang (orang tua, guru, maupun tenaga kependidikan lainnya) untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami kelainan/penyimpangan (phisik, intelektual, sosial, emosional, dan/atau sensoris neurologis) dalam pertumbuhan/ perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya (anak-anak normal).
2.      Tunalaras      
       Anak dengan gangguan perilaku (Tunalaras) adalah anak yang berperilaki menyimpang baik pada taraf sedang, berat dan sangat berat, terjadi pada usia anak dan remaja, sebagai akibat tergangguanya perkembangan emosi dan sosial atau keduanya, sehingga merugikan dirinya sendiri maupun lingkungan , maka dalam mengembangkan potensinya memerlukan pelayanan dan pendidikan secara khusus.
B.CIRI-CIRI ANAK TUNALARAS:
·         Cenderung membangkang.
·         Mudah terangsang emosinya/emosional/mudah marah.
·         Sering melakukan tindakan agresif, merusak, mengganggu.
·         Sering bertindak melanggar norma sosial/norma susila/hukum.
·         Cenderung prestasi belajar dan motivasi rendah dan seringbolos jarang masuk sekolah.
C.KEBUTUHAN PEMBELAJARAN:
·         Perlu adanya penataan lingkungan yang kondusif (menyenangkan) bagi setiap anak.
·         Kurikulum hendaknya disesuaikan dengan hambatan dan masalah yang dihadapi oleh setiap anak.
·         Adanya kegiatan yang bersifat kompensatoris sesuai dengan bakat dan minat anak.
·         Perlu adanya pengembangan akhlak atau mental melalui kegiatan sehari-hari, dan contoh dari lingkungan.
D.KLASIFIKASI
 hambatan sosial
·         The semi-socialize child
       Anak yang termasuk kelompok ini dapat mengadakan hubungan sosial, tetapi terbatas pada lingkungan tertentu, misal: keluarga, dan kelompoknya. Keadaan ini terjadi pada anak yang datang dari lungkungan yang menganut norma-norma tersendiri yang mana norma tersebut bertentangna dengan norma yang berlaku dimasyarakat.
·         Children arrested at a primitive level of socialization
       Anak pada kelompok ini dalam perkembangan soslanya berheti pada level atau tingkatan yang rendah. Mereka adalah anak yang tidak pernah mendapat bimbingan kearah sikap sosial dan terlantar dari pendidikan, sehingga ia melakukan apa saja yang dikehendakinya.
·         Children with minimum socialozation capacity
       Anak pada kelompok ini tidak mempunyai kemampuan sama sekali untuk belajar sikap-sikap sosial. Ini diseabkan karena pembawaan/kelainan atau anak tidak pernah mengenal hubungan kasih sayang sehingga anak pada golongan ini lebih banyak bersikap apatis dan egois.
hambatan emosi
·         Neurotic behavior (perilaku neurotik)
       Anak pada kelompok ini masih bisa bergaul dengan orang lain, akan tetapi mereka mempunyai permasalahan pribadi yang tidak mampu diselesaikanya. Mereka sering dan mudah sekali dihinggapi perasaan sakit hati, perasaan marah, cemas dan aresif serta bersalah. Biasanya pada anak kelompok ini sering melakukan tindakan lain seperti mencuri, bermusuhan.
·         Children with psychtic processes
       Anak pada kelompok ini mengalami gangguan yang paling berat sehingga memerlukan penanganan yang lebih khusus. Mereka sudah menyimpang dari kehidupan yang nyata, sudah tidak memiliki kesadaran diri serta tidak memiliki identitas diri.
E.FAKTOR PENYEBAB:
·         Kondisi/keadaan fisik
·         Masalah perkembangan
·         Lingkungan keluarga
·         Lingkungan sekolah
·         Lingkungan masyarakat
F.CONTOH ALAT IDENTIFIKASI LUNALARAS

Isian Form 1
INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK
(Diisi oleh Orang tua)

Petunjuk :
Isilah daftar berikut pada kolom yang tersedia sesuai dengan kondisi anak yang sebenarnya. Jika ada yang kurang jelas, konsultasikan kepada guru kelas tempat anak Bapak/Ibu bersekolah.
A.  Identitas Anak :
1.              Nama                                                         : ..............................................
2.              Tempat dan tanggal lahir/umur      : ..............................................
3.              Jenis kelamin                                             : ..............................................
4.              Agama                                                       : ..............................................
5.              Status anak                                                : ..............................................
6.              Anak ke dari jumlah saudara         : ..............................................
7.              Nama sekolah                                            : ..............................................
8.              Kelas                                                         : ..............................................
9.              Alamat                                                       : ..............................................

B.         Riwayat Kelahiran :
1.      Perkembangan masa kehamilan         : ..............................................
2.      Penyakit pada masa kehamilan          : ..............................................
3.      Usia kandungan                                 : ..............................................
4.      Riwayat proses kelahiran                   : ..............................................
5.      Tempat kelahiran                               : ..............................................
6.      Penolong proses kelahiran                 : ..............................................
7.      Gangguan pada saat bayi lahir           : ..............................................
8.      Berat bayi                                          : ..............................................
9.      Panjang bayi                                      : ..............................................
10.  Tanda-tanda kelainan pada bayi        : ..............................................

C.   Perkebangan Masa Balita :
1.          Menetek ibunya hingga umur         : ...................................................
2.          Minum susu kaleng hingga umur   : ...................................................
3.          Imunisasi (lengkap/tidak)               : ..................................................
4.          Pemeriksaan/penimbangan rutin/tdk : ..............................................
5.          Kualitas makanan                           : ..................................................
6.          Kuantitas makan                            :  ..................................................
7.          Kesulitan makan (ya/tidak)             : ..................................................

D.  Perkembangan Fisik :
1.          Dapat berdiri pada umur                 : ....................................................
2.          Dapat berjalan pada umur               : ....................................................
3.          Naik sepeda roda tiga pada umur     : ...................................................
4.          Naik sepeda roda dua pada umur    : ....................................................
5.          Bicara dengan kalimat lengkap        : ....................................................
6.          Kesulitan gerakan yang dialami       : ....................................................
7.          Status Gizi Balita (baik/kurang)      : ....................................................
8.          Riwayat kesehatan (baik/kurang)    : ....................................................
9.          Penggunaan tangan dominan : ………………………...............

E.  Perkembangan Bahasa :
1.      Meraba/berceloteh pada umur : .................................................
2.      Mengucapkan satu suku kata yang bermakna kalimat (mis. Pa berarti bapak) pada umur :
3.                  Berbicara dengan satu kata bermakna pada umur  : ..........................
4.      Berbicara dengan kalimat lengkap sederhana pada umur         : …………….

F.  Perkembangan Sosial :
5.              Hubungan dengan saudara    : .............................................................
6.              Hubungan dengan teman       : .............................................................
7.              Hubungan dengan orangtua   : .............................................................
8.              Hobi                                       : .............................................................
9.              Minat khusus                         : ............................................................. 

G.  Perkembangan Pendidikan :
1.              Masuk TK umur                   : .............................................................
2.              Lama Pendidikan di TK        : .............................................................
3.              Kesulitan selama di TK        : .............................................................
4.              Masuk SD umur                  : .............................................................
5.              Kesulitan selama di SD        : .............................................................
6.              Pernak tidak naik kelas       : ..............................................................
7.              Pelayanan khusus yang pernah diterima anak: ...................................
8.              Prestasi belajar yang dicapai  : ............................................................
9.              Mata Pelajaran yang dirasa paling sulit    : .........................................
10.          Mata Pelajaran yang dirasa paling disenangi : ....................................
11.          Keterangan lain yang dianggap perlu : ................................................

              
                                                                                                          
Diisi tanggal :……………….
Orang tua/wali Murid

 (……………………..)

Isian Form 2
DATA ORANG TUA/WALI SISWA
(Diisi orang tua/wali siswa)
1. Nama           : ............................................
2. SD/MI          : ...........................................
3. Kelas           :............................................

A.Identitas Orang tua/wali
    Ayah :
1.               Nama Ayah                : ...............................................................................
2.               Umur                         : ...............................................................................
3.               Agama                       :  ...............................................................................
4.               Status ayah               : ................................................................................
5.               Pendidikan Tertinggi  : ................................................................................
6.               Pekerjaan Pokok        : ................................................................................
7.               Alamat tinggal           : ................................................................................
Ibu :
1.               Nama Ibu                  : ...............................................................................
2.               Umur                        : ................................................................................
3.               Agama                      :  ...............................................................................
4.               Status Ibu                 : ...............................................................................
5.               Pendidikan Tertinggi : ...............................................................................
6.               Pekerjaan Pokok       :  ...............................................................................
7.               Alamat tinggal          :  ...............................................................................
Wali :
1.              Nama                             : ………………………………………………………
2.              Umur                             : ………………………………………………………
3.              Agama                           : ………………………………………………………
4.              Status perkawinan          : …………………………………………………
5.              Pend. Tertinggi               : ………………………………………………………
6.              Pekerjaan                       : .......................................................................................
7.              Alamat                           : ………………………………………………………
8.              Hubungan Keluarga       : ……………………………………………………

B. Hubungan Orang tua – anak
1.      Kedua orang tua satu rumah  : .................................................................
2.      Anak satu rumah dengan kedua orang tua : .............................................
3.      Anak diasuh oleh salah satu orang tua  : ..................................................
4.      Anak diasuh wali/saudara                     : .................................................

C. Sosial Ekonomi Orangtua
1.      Jabatan formal ayah di kantor (jika ada) : ................................................
2.      Jabatan formal ibu di kantor (jika ada)    : ...............................................
3.      Jabatan informal ayah di luar kantor (jika ada) : .....................................
4.      Jabatan informal ibu di luar kantor (jika ada) : ..............................................
5.      Rata-rata penghasilan (kedua orangtua) perbulan : .......................................

D.Tanggungan dan Tanggapan Keluarga
1.      Jumlah anak                  : .............................................................................
2.      Ysb. Anak yang ke          : .............................................................................
3.      Persepsi orang tua terhadap anak ysb. : .......................................................
4.      Kesulitan orang tua terhadap anak ysb.: ......................................................
5.      Harapan orang tua terhadap pendidikan anak ysb.    : .................................
6.      Bantuan yang diharapkan orang tua untuk anak ysb.: ................................
Diisi tanggal :……………….
Orang tua/wali Murid

                                                                                     (……………………..)

FORM 3
ALAT IDENTIFIKASI ANAK LUAR BIASA

Nama Sekolah             :
Kelas                           :
Diisi tanggal     :
Nama Petugas  :
Guru Kelas                  :
No.
Pengamatan
Tingkat Perilaku
Tidak
Sama sekali
sedikit
Agak
banyak
Sangat
banyak
1.
2.

3.
4.


5.

6.

7.
8.

9.

10.

11.

12.
13.
Tidak pernah diam atau terlalu aktif
Mudah diganggu perhatinnya, implusif
Menggangu anak lain
Tidak dapat menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulainya, daya perhatian pendek
Tidak memperhatikan, mudah merangsang
Keinginan harus segera terpenuhi, mudah frustasi
Mudah dan sering menangis
Terus menerus gelisah

Jiwanya mudah berubah secara drastis
Marah meluap-luap, eksplosif perilaku tidak terduga
Mudah terangsang emosimya/emosional
Menentang otoritas
Sering bertindak melanggar norma sosial/norma susila/hukum dan agama























Penjelasan penggunaan
1.      Gunakan Alat Indetifikasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk anak
yang dicurigai memiliki masalah dalam emosionalnya.
2.      Beri tanda ceklis (V) pada kolom pernyataan sesuai dengan gejala yang muncul.
3.      Usahakan untuk melihat gejala-gejala yang tampak pada setiap anak dengan seksama, mungkin memerlukan waktu beberapa hari, jangan tergesa-gesa.
4.      Agar gejala mudah dikenali, pada beberapa pernyataan, anak dapat terlebih dahulu diberi tugas tertentu baru kemudian diamati pada saat mereka mereka mengerjakan tugas tersebut.
5.      Terdapat kemungkinan bahwa seorang anak mengalami lebih dari satu jenis kelainan (kelainan ganda).












BAB II
PENUTUP

Kesimpulan
Berbeda dengan bidang-bidang pendidikan umumnya, dalam bidang PLB, Identifikasi mempunyai peran yang sangat penting. Identifikasi merupakan salah satu komponen terpenting dalam rangkaian proses pengembangan program layanan bagi ALB. Hasil Identifikasi akan menunjukkan secara rinci bidang-bidang atau aspek pada ALB yang memerlukan bimbingan dan layanan khusus. Sebelum di lakukan asesmen terlebih dahulu kita karus melakukan identifikas terhadap anak. Kita bisa melakukan identifikasi dengan cara praktek Identifikasi Anak Tunalaras yang telah dilakukan dengan metode observasi dan menggunakan instrumen berupa daftar checklist beberapa karakteristik yang dimiliki anak tunalaras.

Saran
Sebelum kita menentukan apa jenis kelainan atau hambatan yang dialami si anak tersebut atau sebelum kita memberikan suatu layana pendidikan untuk anak tersebut. Akankah lebih baiknya jika sebelumnya kita melakuka suatu identifikasi dan asesmen. Karena dengan adanya identifikasi kita dapat mengetahui gangguan atau kelainan yang dialami oleh si anak tersebut. Sedangkan dengan kita melakukan suatu asesmen selain kita dapat mengetahui gejala atau kelainan yang dialami anak selanjutnya kita juga bisa memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan si anak tersebut.



DAFTAR PUSTAKA


Ø  Indianto R, ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK),di tulis tanggal 29, Surakarta : Dikdasmen.
Ø  Sunardi, (1995), ORTOPEDAGOGIK ANAK TUNA LARAS 1, Surakarta : Dikdasmen.