Wednesday, November 28, 2012 in ,

Penyebab Kelainan pada ABK


A.     Prenatal
Masa prenatal adalah sebelum bayi dilahirkan. Pada masa ini lingkungan bayi adalah tubuh ibunya sendiri. Apa yang terjadi pada ibunya lah yang mempengaruhi pertumbuhan bayi. Faktanya, Ribuan bayi lahir berkelainan atau dengan keterbelakangan mental adalah akibat dari kejadian yang berlangsung dalam tubuh ibu setidaknya dua bulan sebelum pembuahan (Bailey, Forget, & Koren ,2002).
Bidang yang mempelajari penyebab kelahiran dengan kondisi berkelainan disebut teratologi. Teratogen adalah semua zat yang menyebabkan cacat lahir (Santrock, 2007). Diambil dari bahasa Yunani yaitu tera yang berarti monster.
Teratogen bisa disebabkan oleh obat-obatan, nutrisi, dan lain-lain.

1.    Faktor Maternal
Faktor maternal adalah faktor yang terjadi karena pengaruh kondisi ibu. Karena bayi masih hidup dalam tubuh ibunya, maka segala sesuatu baik kondisi fisik hingga perasaan dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi.
A.       Faktor Nutrisi
Wanita hamil membutuhkan tambahan 300-500 kalori sehari, termasuk protein ekstra. Malnutrisi dapat berakibat fatal pada pertumbuhan janin. Dampak tidak hanya berakibat pada perkembangan janin itu sendiri, tetapi juga mempengaruhi perkembangan manusia sepanjang hidupnya.  Faktor yang mempengaruhi kelahiran dengan kondisi berkelainan adalah :
a.        Kelaparan atau kekurangan makanan secara keseluruhan.
Akibat yang ditimbulkan antara lain:
1.      Cenderung meninggal di usia dewasa awal. Menurut penelitian di pedesaan Gambia, Afrika Barat, orang-orang yang lahir pada musim kelaparan akan cenderung meninggal di usia dewasa awal (Moore et al., 1997)
2.      Mempengaruhi perkembangan otak, dan meningkatkan resiko kelainan kepribadian antisosial pada umur 18 tahun (Neugebauer, Hoek, & Susser, 1999). Dalam penelitian lain, pengujian terhadap tentara belanda yang dikandung ibunya ketika bencana kelaparan terjadi, menyatakan kekurangan nutrisi pada tiga semester pertama dan kedua berpengaruh pada perkembangan otak.
3.      Berpengaruh pada penyakit schizophrenia. Studi Finnish menemukan adanya hubungan antara kekurangan nutrisi fetal dengan schizophrenia (Wahlbeck et al., 2001).
b.        Kekurangan Folid acid atau Folate (Vitamin B)
Dalam buku Human Development yang ditulis oleh Papalia, Old, dan Feldman, kekurangan vitamin B menyebabkan bayi terlahir dengan kondisi neutral tube defect anencephal, yaitu kondisi bayi lahir tanpa lapisan otak. Bayi yang lahir dengan kondisi ini akan lahir mati atau meninggal setelah persalinan. Juga menyebabkan masalah spina bifida, kondisinya ditandai dengan jalur tulang belakang yang tidak menutup sempurna. Kondisi ini berakibat pada lemah otot atau kelumpuhan, seringkali disertai dengan hydrocepalus dan akumulasi cairan spinal dalam otak yang dapat menimbulkan keterbelakangan mental. (2008; 125 tabel 3-1)

B.       Aktivitas Fisik
Kondisi kerja yang penuh stres, kelelahan dalam bekerja, dan jam kerja yang panjang dapat menyebabkan risiko kelahiran prematur yang lebih besar (Luke et al., 1995).
          Melakukan latihan fisik yang terlalu memaksa, meningkatkan detak jantung hingga di atas 150, selalu berhenti mendadak setelah melakukan latihan tidak dianjurkan karena dapat membahayakan ibu dan janin.


C.    Mengonsumsi Obat
a.       Obat Medis
Obat-obatan yang dikonsumsi ibu selama masa kehamilan sangat berpengaruh pada perkembangan janin.
b.      Alkohol
Konsumsi alkohol oleh ibu yang mengandung menyebabkan bayi menderita fetal alcohol syndrome (FAS). Ditandai dengan kombinasi keterlambatan pertumbuhan pada masa prenatal maupun postnatal, wajah dan tubuh yang tidak sempurna, kelainan sistem syaraf pusat. Masalah pada sistem syaraf pusat diantaranya adalah respon menghisap yang lamban, gelombang otak yang tidak normal, kesulitan tidur pada bayi, lambat dalam merespon informasi, konsentrasi yang pendek, tidak dapat tenang/rileks, hiperaktif, kesulitan dalam belajar, keterbelakangan pertumbuhan, dan mengalami hambatan dalam motorik (Papalia, Old, & Feldman, 2008).
            Anak dari ibu yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedikit cenderung memiliki agresivitas yang tidak normal pada usia 6 dan 7 tahun, sedangkan ibu yang mengonsumsi alkohol moderat cenderung memiliki anak yang bermasalah atau nakal (Sood et al., 2001)
c.       Nikotin
Penggunaan tembakau menyebabkan keguguran, kematian bayi, bayi lahir dengan berat dibawah normal (DiFranza & Lew, 1995). Juga menyebabkan keterlambatan pertumbuhan prenatal, keterbelakangan mental, masalah kognitif dan perilaku jangka panjang (AAP Committee on Substance Abuse, 2001; Martin et al., 2002).
d.      Mariyuana, Opiate, dan Kokain
Dampak yang ditimbulkan dari obat-obatan ini antara lain:
1.      Penurunan perkembangan psikomotorik pada tahun pertama (Bunikowski et al., 1998)
2.      Pada masa anak-anak berat badan rendah, lebih pendek, kurang dapat beradaptasi, mendapatkan nilai yang rendah pada tes kemampuan perseptual dan belajar
3.      Tidak sukses di sekolah, cemas berlebihan dalam situasi sosial, kesulitan mendapatkan teman.

D.    Penyakit yang Diderita ibu
1.      AIDS : bayi yang lahir dari ibu penderita HIV cenderung berkepala kecil dan memiliki perkembangan syaraf yang lamban (Macmillan et al., 2001)
2.      Sipilis, Gonorhea dan Herpes genital dapat mengakibatkan kebutaan, abnormalitas yang lain, atau kematian (Sullivan-Bolyai, Hull, Wilson, & Corey, 1983)
3.      Penyakit Rubella (campak jerman). Bila wanita terkena infeksi ini di minggu kesebelas usia kehamilannya, bayi hampir dipastikan menglami ketulian dan cacat jantung.
4.      Infeksi Toxoplasmois. Infeksi ini disebabkan oleh parasit yang terdapat dalam tubuh sapi, domba, babi, dan saluran usus kucing. Dampaknya pada bayi adalah kerusakan otak, kebutaan atau kerusakan mata parah, epilepsi, atau lahir mati (March of Dimes Fondation, 2002).
E.     Usia Ibu
Wanita yang hamil pada usia tigapuluhan hingga empatpuluhan lebih rentan menderita komplikasi diabetis, tekanan darah tinggi, dan pendarahan akut.
            Sedangkan kehamilan pada remaja beresiko bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan kurang
F.     Keadaan emosional dan stress ibu
Perasaan apapun yang dialami ibu akan berpengaruh pada janin. Sebagai contoh ketika ibu mengalami ketakutan, produksi adrenalin sebagai akibat dari ketakutan akan membatasi aliran darah ke uterus dan akan membatasi bayi dalam mendapatkan oksigen yang cukup.
G.    Ancaman Lingkungan luar
Ancaman yang dimaksud adalah radiasi yang dapat menyebabkan mutasi gen, makanan yang sudah terkena polusi, kontak dengan timah yang terlalu banyak seperti tinggal di rumah dengan cat tembok berbahan timah melapisis dinding, atau tinggal di dekat jalan raya tempat banyak emisi bahan bakar timah
2.      Faktor Paternal
Faktor paternal adalah faktor yang ditimbulkan dari sang ayah. Bukan hanya ibu yang dapat mempengaruhi perkembangan janin, ayah pun dapat menurunkan anak yang lahir berkelainan. Faktor-faktor ini antara lain:
1.      Ayah yang bersentuhan dengan mariyuana, rokok, lead (timbal), alkohol, nikotin dalam jumlah yang besar, pestisida tertentu. Zat-zat yang disebutkan di atas akan menghasilkan produksi sperma yang abnormal. Ibu yang menjadi perokok pasif akan beresiko melahirkan bayi dengan berat badan yang lebih rendah.
2.      Darah ayah yang makanannya kurang mengandung vitamin C.
3.      Konsumsi kokain. Kokain akan melekat pada sperma dan membuahi ovum, akan menyebabkan kelainan pada bayi.
4.      Usia ayah yang telah lanjut. Sel pria bermutasi lebih banyak dari pada sel wanita. Mutasi ini menjadi faktor penyebab dalam 5 persen kasus sindrom down (Antonarakis & Down Syndrome Collaborative Group, 1991), sindrom marfan, dan dwarfism (ketidaknormalan ukuran) (G. Evans, 1976).

B.   Komplikasi Kelahiran
1.      Postmaturity
Postmaturiry adalah janin yang belum lahir dua minggu dari tanggal jatuh tempo. Kondisi bayi ini cenderung panjang dan kurus karena bayi terus tumbuh dalam rahim tetapi kekurangan darah dan oksigen. Kemungkinan karena plasentanya yang sudah menua (Papalia, Old & Feldman, 2008). Janin Postmature beresiko menalami kerusakan otak, bahkan kematian.
2.      Kelahiran Premature dan Kekurangan Berat
Bayi dengan berat badan kurang ketika kelahiran beresiko mengalami kematian pada waktu bayi. Sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang dengan sempurna sehingga rentan terhadap infeksi. Bayi dengan kondisi ini cenderung memiliki kesehatan yang buruk dan memiliki kelainan saraf. Pada bulan kedua puluh misalnya, 20 persen dari mereka ditengarai menderita keterbelakangan mental dan 10 persen lainnya menderita cerebral palsy (Hack, friedman, & Faranoff, 1996).
Menurut penelitian, bayi dengan berat badan rendah juga memiliki efek jangka panjang yaitu memiliki kecerdasan yang rendah di usia remaja dan semakin tinggi kebutuhan akan pendidikan khusus atau mengulang kelas (Saigal, Hoult, Streiner, Stoskopf, & Rosenbaum, 2000).

C.   postnatal
Di bagian ini akan dibahas faktor penyabab yang terjadi setelah kelahiran.
1.      Kekurangan nutrisi. Sebagai contoh anak yang kekurangan vitamin A parah akan mengalami mata kering, dan dapat mengakibatkan kebutaan. Kekurangan yodium juga menjadi penyebab utama anak kretin. Kretin terjadi karena kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik sehingga pertumbuhan fisiknya tidak maksimal, terlihat kerdil dan memiliki kemampuan kognitif di bawah rata-rata
2.      Kecelakaan yang menimbulkan cidera parah, atau kerusakan pada otak.
3.      Penyakit yang dialami anak



BAB III
Penutup
A.  Kesimpulan
Faktor-faktor penyebab anak berkelainan dilihat dari waktu terjadinya ada tiga, yaitu faktor yang terjadi sebelum dilahirkan, faktor yang terjadi ketika kelahiran, dan faktor yang terjadi setelah kelahiran.
            Faktor yang terjadi sebelum kelahiran ada dua macam pengaruh, yaitu maternal (pengaruh dari ibu) dan paternal (pengaruh darri ayah).
Faktor-faktor maternal antara lain:
a.       Nutrisi Ibu
b.      Aktifitas Fisik
c.       Konsumsi obat dan zat-zat yang berbahaya
d.      Kondisi emosional dan stress ibu
e.       Usia ibu
f.       Ancaman dari luar
g.      Penyakit yang diderrita ibu
Sedangkan Faktor Paternal antara lain:
1.      Ayah yang bersentuhan dengan mariyuana, rokok, lead (timbal), alkohol, nikotin dalam jumlah yang besar, pestisida tertentu.
2.      Darah ayah yang makanannya kurang mengandung vitamin C.
3.      Konsumsi kokain. Kokain akan melekat pada sperma dan membuahi ovum, akan menyebabkan kelainan pada bayi.
4.      Usia ayah yang telah lanjut.
Faktor yang terjadi pada saat kelahiran antara lain:
1.      Postmaturity
2.      Kelahiran prematur dan kekurangan berat
Faktor Postnatal antara lain:
1.      Kekurangan nutrisi
2.      Kecelakaan
3.      Penyakit yang dialami anak

B.   Saran
Kehamilan merupakan awal kehidupan yang menentukan bagi janin. Hendaknya orang tua bisa menghindari sebisa mungkin faktor-faktor penyebab kelainan pada anak. Persiapan berupa pemenuhan nutrisi yang cukup hendaknya dilakuka jauh sebelum terjadi pembuahan agar nutrisi untuk janin tidak terlambat diberikan.  
Butuh persiapan yang matang dan pengetahuan orang tua yang cukup agar anak yang dilahirkan sehat dan tidak mengalami kelainan
Daftar Pustaka
Santrock, John W. 2007. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga
Papalia, Diane E; Old, Sally Wendkos; Feldman, Ruth Duskin. 2008. Human Development. Jakarta: Kencana Media Group.
Munawir. 2011. Bahan Kuliah prodi PLB smt 1, Ortopedagogik Umum.