Kumpulan Tugas Kuliah | Review | Traveling | Kisah Keluarga & Persahabatan

Thursday, March 21, 2013

Tugas Sains Smst 4 : Metode Ilmiah, Keterampilan Proses IPA, Sikap Ilmiah


  • PENGERTIAN METODE ILMIAH

Metode ilmiah  atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut kemudian diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, maka hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.


Penelitian ilmiah berfokus pada metode yang kokoh untuk mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan yang valid. Penelitian ilmiah bersifat lebih obyektif karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman dan intuisi peneliti semata yang bersifat subyektif. Penelitian iliah melibatkan theory construction dan theory verification.konstruksi teori yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu hipotesis yang relevan dengan struktur teorinya. Selanjutnya dengan menggunakan fakta, maka hipotesis tersebut diuji secara empiris.

  • KETERAMPILAN PROSES IPA


Menurut Srini (2001:54) dinyatakan bahwa keterampilan proses IPA adalah keterampilan yang dilakukan oleh para ilmuwan di antaranya, adalah:

mengamati, mengukur, menarik kesimpulan, mengendalikan variabel,merumuskan hipotesis, membuat grafik, dan tabel data membuat definisi

operasional dan melakukan eksperimen. Untuk lebih jelasnya kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan keterampilan proses IPA adalah:

  1. Pengamatan : Pengamatan ilmiah adalah proses pengumpulan informasi dengan mempergunakan semua indera atau memakai alat untuk membantu pancaindera, misalnya kaca pembesar yang digunakan untuk membantu penglihatan. IPA dimulai dengan pengamatan alam semesta. Agar muridmurid terampil melakukan pengamatan, mereka harus dilatih mempergunakan pancaindera, dan mereka harus belajar membedakan baik-baik antara pengamatan yang sebenarnya dan penafsiran.
  2. Pengklasifikasian : Kemampuan untuk mengklasifikasikan dan menyusun menurut urutan logis, merupakan keterampilan dasar IPA dan Matematika. Pengklasifikasian adalah mengatur, menyusun atau mendistribusikan objek-objek, kejadian-kejadian, atau informasi ke dalam golongan atau kelas dengan mempergunakan cara tertentu atau sistem tertentu.
  3. Pengukuran : Definisi membuat pengukuran adalah membuat observasi kuantitatif dengan jalan membandingkan suatu standar konvensional atau non konvensional. Misalnya mempergunakan thermometer untuk menentukan suhu akhir dalam derajat celcius air lelehan bongkahan es.
  4. Identifikasi dan pengendalian variabel : Identifikasi variabel adalah menandai karakteristik objek atau faktor dalamkejadian/peristiwa yang tetap dan yang berubah di dalam kondisi yangberbeda-beda. Mengendalikan variabel merupakan salah satu komponenpenting dalam kegiatan melakukan kegiatan ilmiah. Ada tiga variabeldalam penelitian ilmiah, yaitu variabel terikat, variabel bebas, dan variabelterkontrol. Variabel bebas adalah variabel yang sengaja diubah-ubah olehpeneliti di dalam suatu penelitian. Variabel terikat adalah variabel yangberubah di dalam suatu penelitian sebagai akibat suatu perubahan variabelbebas. Sedangkan variabel terkontrol adalah variabel yang sengaja dibuatkonstan di dalam suatu penelitian untuk mendapatkan hasil ayng mantap.
  5. Perumusan hipotesis: Hipotesis adalah dugaan tentang hubungan alasan yang mungkinditemukan di dalam percobaan/penelitian. Hipotesis biasanya dipakaisebagai penuntun dalam penelitian. Seringkali kali dinyatakan dalam bentuk pernyataan seperti: "Makin besar variabel bebas, makin kecil variabel terikatnya". Untuk kelas-kelas rendah di Sekolah Dasar, salah satu cara untuk memancing murid-murid merumuskan hipotesis adalah pertanyaan-pertanyaan operasional seperti : Apakah penambahan garam k dalam air membuat benda ini terapung? Dengan hipotesis ini memberi arahan bagi anak-anak untuk melakukan suatu upaya mendapatkan efekefek yang dapat diamati sebagai akibat dari sesuatu.
  6. Perancangan eksperimen: Melakukan eksperimen adalah melakukan kegiatan percobaan-percobaan, yang nantinya dapat digunakan untuk mendapatkan data yang baik. Anakanak di Sekolah Dasar harus dilatih untuk melakukan eksperimen, walaupun masih dalam taraf yang sederhana, hal ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk senang melakukan percobaan yang selanjutnya.
  7. Pengkomunikasian : Di sekolah dasar pengkomunikasian berarti mencatat data yang didapatsebagai hasil eksperimen dalam bentuk yang dapat dipahami oleh oranglain. Anak-anak belajar berkomunikasi dengan berbagai cara, merekabelajar mengambil gambar dengan teliti, membuat diagram-diagram,membuat tabel dan grafik yang sesuai. Mereka belajar membuat modelyang tepat dan mempergunakan bahasa yang jelas bila mendeskripsikansuatu objek atau kejadian. Peran guru di sini adalah membantu anak-anak berlatih berkomunikasi dan membantu mereka mengevaluasi apa yang mereka katakan. [Source]


  • SIKAP ILMIAH

Sikap ilmiah yang dimaksud adalah sikap yang seharusnya dimilikioleh seorang peneliti. Untuk dapat melalui proses penelitian yang baikdan hasil yang baik pula, penelitiharus memiliki sifat-sifat berikut ini.

  1. Mampu Membedakan Fakta dan Opini Fakta adalah suatu kenyataan yang disertai bukti-bukti ilmiah dandapatdipertanggungjawabkan kebenarannya, sedangkan opini adalahpendapat pribadi dariseseorang yang tidak dapat dibuktikankebenarannya sehingga di dalam melakukan studikepustakaan, seorangpeneliti hendaknya mampu membedakan antara fakta dan opiniagarhasil penelitiannya tepat dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkankebenarannya.
  2. Berani dan Santun dalam Mengajukan Pertanyaan dan Argumentasi : Peneliti yang baik selalu mengedepankan sifat rendah hati ketikaberada dalam satu ruangdengan orang lain. Begitu juga pada saatbertanya, berargumentasi, atau mempertahankan hasil penelitiannya akansenantiasa menjunjung tinggi sopan santun dan menghindari perdebatansecara emosi. Kepala tetap dingin, tetapi tetap berani mempertahankankebenaranyang diyakininya karena yakin bahwa pendapatnya sudahdilengkapi dengan fakta yang jelassumbernya.
  3. Mengembangkan Keingintahuan: Peneliti yang baik senantiasa haus menuntut ilmu, ia selalu berusahamemperluas pengetahuandan wawasannya, tidak ingin ketinggalaninformasi di segala bidang, dan selalu berusahamengikuti perkembanganilmu pengetahuan yang semakin hari semakin canggih dan modern.
  4. Kepedulian terhadap Lingkungan: Dalam melakukan penelitian, peneliti yang baik senantiasa peduliterhadap lingkungannya danselalu berusaha agar penelitian yangdilakukannya membawa dampak yang positif bagi lingkungan dan bukansebaliknya, yaitu justru merusak lingkungan. Semua usaha dilakukan untuk melestarikan lingkungan agar bermanfaat bagi generasi selanjutnya.
  5. Berpendapat secara Ilmiah dan Kritis: Pendapat seorang peneliti yang baik selalu bersifat ilmiah dan tidakmengada-ada tanpa buktiyang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping itu, peneliti juga harus kritisterhadap permasalahan yang terjadi dan berkembang di sekitarnya.
  6. Berani Mengusulkan Perbaikan atas Suatu Kondisi dan Bertanggung Jawabterhadap Usulannya : Peneliti yang baik senantiasa berani dan bertanggung jawabterhadap konsekuensi yangharus dihadapinya jika sudah mengusulkansesuatu. Usulan tersebut selalu diembannyadengan baik dandilaksanakan semaksimal mungkin, kemudian diwujudkannyadalambentuk nyata sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh orang lain.
  7. Bekerja Sama: Dalam kehidupan sehari-hari, peneliti yang baik mampu bekerjasama dengan orang lain dan tidak individualis atau mementingkan dirisendiri. Ia meyakini bahwa dirinya tidak dapat hidup tanpa bantuanorang lain sehingga keberadaannya senantiasa diharapkan oleh orang lain.
  8. Jujur terhadap Fakta: Peneliti yang baik harus jujur terhadap fakta dan tidak bolehmemanipulasi fakta demikepentingan penelitiannya karena penelitianyang baik harus berlandaskan pada studikepustakaan yang benar agarkelak jika orang lain melakukan penelitian yang sama,didapatkan hasilyang sama pula. Apa pun fakta yang diperolehnya, ia harus yakin bahwaitulah yang sebenarnya.
  9. Tekun: Sebuah penelitian kadang kala memerlukan waktu yang pendekuntuk menghasilkan sebuahteori, tetapi kadang kala memerlukan waktuyang sangat lama, bahkan bertahun-tahun.Seorang peneliti yang baikharus tekun dalam penelitian yang dilakukannya, tidak bolehmalas,mudah jenuh, dan ceroboh, juga harus rajin, bersemangat, serta tidakmudah putus asa.Dengan demikian, ia akan mendapatkan hasil yang memuaskan. (Ari Sulistyorini) [Source]

© Blog Cewek Biasa, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena